Tuesday, 9 May 2017

Home Sweet Home - Part.1



 HOME SWEET HOME

P
PRAAAANG!!!!
agi-pagi  suatu rumah sudah biasa di awali dengan keributan. Entah kali ini apa lagi yang dilakukan oleh Melati. Kiara langsung menghampiri asal suara itu dengan memasang raut kesal.
MEEELLAATIIIIII…
Teriaknya saat sampai di sumber suara. Gadis yang di teriakinya terkejut berpaling kearahnya. Seperti sudah menjadi jadwal, melati langsung mengganti wajah imutnya dengan raut sedih dan takut jika dia sudah melihat tampang kesal kakaknya.
            “hari ini apa lagi yang elo lakuin buat mancing emosi gue?” bentaknya, ia langsung melihat ke samping kaki adiknya itu. Matanya makin melotot melihat benda yang akan menjadi pancingan amarahnya.
“ya ampun,ini kan  mug kesayangan gue,Mel. Kenapa lu pecahin?”
Melati tertunduk takut,”sorry,kak. Gue nggak sengaja nyenggol mug itu.” jelasnya dengan suara pelan.
“ah, kenapa lu hobi ngerusakin barang-barang gue sih? Kemaren frame gue udah lu pecahin, handphone gue di banting sama lo, sekarang mug gua jadi korbannya.”amuknya. Mel hanya memandang pecahan mug itu dengan perasaan bersalah, matanya sudah mulai berkaca-kaca.
            “Kenapa lagi sih?” Tanya sang mama saat menghampiri mereka.
            “Tuh lihat aja,ma! Mel sukses buat mug aku jadi bagian-bagian kecil kayak gitu.” Lapornya dengan nada kesal. Mama memandangi pecahan-pecahan keramik itu dan menggeleng-gelengkan kepala, “jadi pagi-pagi gini kalian ribut Cuma gara-gara sebuah mug? Kayak nggak ada hal lain aja.”
Kiara langsung mengelak,” tapi kan mama tau ini mug kesayangan Kiara.”
            “tapi ini hanya mug,Kiara say….”
            “tapi mug ini limited edition,ma. Ada tanda tangan artis idolaku.” Potongnya. Mama menarik napas lalu menyuruh anak-anaknya untuk berbaikan. “Tapi,ma…” elak Kiara. “ehem!” lirik mama. Kiara mendengus lalu meninggalkan adik dan mamanya dari meja makan. “kenapa?” Tanya papa dari anak tangga saat Kiara lewat didepan tangga. “biasa, anak bungsu papa.” Jawabnya ketus dan berlalu menuju pintu. “Aku berangkat.” Teriaknya saat keluar pintu. Papa dan mama yang sedang sarapan memandang kesedihan Mel dan menenangkannya.


                                                                        *****

No comments:

Post a Comment